BAHASA

Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Lebih dari sekadar pergantian tahun berdasarkan kalender lunar, Imlek adalah momen penuh makna yang menekankan harapan baru, keberuntungan, serta kebersamaan keluarga.

Di Indonesia, Imlek memiliki makna yang sangat khas karena dirayakan di tengah keberagaman budaya dan tradisi. Setelah diakui sebagai hari libur nasional, perayaan Imlek semakin terbuka dan dirayakan secara luas, tidak hanya oleh masyarakat etnis Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Nuansa Imlek dapat dirasakan di berbagai kota, mulai dari rumah-rumah yang dihiasi ornamen merah, pusat perbelanjaan dengan dekorasi tematik, hingga pertunjukan budaya yang terbuka untuk umum. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda menurut kepercayaan warganya masing-masing. Berikut adalah beberapa tradisi anti-mainstream yang kerap dilakukan oleh masyarakat Tionghoa asli di Indonesia, khususnya di kota-kota kecil!  

BERSILATURAHMI KE RUMAH-RUMAH

Selain berkumpul bersama keluarga inti, masyarakat Tionghoa di kota-kota kecil memiliki tradisi mengunjungi rumah sanak saudara, tetangga, hingga kerabat jauh secara bergiliran. Silaturahmi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan, menjaga hubungan baik, serta mempererat ikatan sosial antar komunitas. Setiap kunjungan biasanya disertai dengan obrolan hangat dan sajian sederhana yang mencerminkan keakraban.

NAMA PANGGILAN BERBEDA UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA

Dalam keluarga Tionghoa, penggunaan nama panggilan memiliki aturan dan makna tersendiri. Setiap anggota keluarga dipanggil berdasarkan urutan usia dan hubungan kekerabatan, seperti Ahkong, Ahma, Acek, atau Ayi. Panggilan ini bukan sekadar sebutan, tetapi juga mencerminkan rasa hormat, struktur keluarga, serta identitas yang kuat dan dijaga hingga kini.

RITUAL ‘YU SHENG’

Yu Sheng adalah tradisi menyantap salad ikan mentah bersama-sama, yang dilakukan dengan cara mengaduk dan mengangkat bahan makanan setinggi mungkin sambil mengucapkan doa dan harapan baik. Ritual ini melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan kesuksesan di tahun yang baru. Semakin tinggi adukan Yu Sheng, dipercaya semakin besar pula rezeki yang akan datang.

Tradisi Tahun Baru Imlek mengajarkan nilai kebersihan, keharmonisan, rasa syukur, dan kebersamaan keluarga. Di tengah perkembangan zaman, makna Imlek tetap relevan sebagai pengingat untuk memulai tahun dengan harapan baru dan semangat positif yang dibalut dengan kehangatan keluarga. Selamat merayakan tahun baru Imlek untuk setiap sobat Aica yang merayakan!

BAGIKAN

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA