BAHASA

Nat dinding kamar mandi sering kali menjadi bagian yang paling cepat kotor dan menghitam. Padahal, kondisi nat dinding yang bersih sangat memengaruhi tampilan kamar mandi secara keseluruhan. Selain alasan estetika, perawatan nat dinding juga penting untuk mencegah jamur, bakteri, dan kerusakan dinding dalam jangka panjang. Pada artikel ini AICA akan membahas cara merawat nat dinding kamar mandi agar tetap bersih, kuat, dan tahan lama.

Mengapa Nat Dinding Kamar Mandi Mudah Kotor?

Kamar mandi merupakan area dengan tingkat kelembapan tinggi. Air, sabun, sampo, dan sisa kotoran tubuh sering menempel di permukaan dinding. Jika tidak dibersihkan secara rutin, residu tersebut akan meresap ke dalam nat dinding dan memicu pertumbuhan jamur serta lumut. Inilah sebabnya nat dinding kamar mandi sering berubah warna menjadi kuning atau hitam.

Cara Membersihkan Nat Dinding Secara Rutin

Langkah paling dasar dalam merawat nat dinding adalah membersihkannya secara rutin. Anda bisa membersihkan nat dinding kamar mandi minimal seminggu sekali. Gunakan sikat gigi bekas atau sikat kecil agar bisa menjangkau celah nat dengan maksimal.

Campuran sederhana seperti baking soda dan air bisa menjadi solusi alami untuk membersihkan nat dinding. Oleskan pasta baking soda pada nat dinding, diamkan selama 10–15 menit, lalu gosok perlahan dan bilas dengan air bersih. Untuk noda membandel, Anda bisa menambahkan sedikit cuka atau cairan pembersih khusus kamar mandi.

Mencegah Jamur dan Lumut pada Nat Dinding

Selain membersihkan, pencegahan juga sangat penting. Pastikan sirkulasi udara kamar mandi berjalan baik. Ventilasi atau exhaust fan membantu mengurangi kelembapan yang menjadi penyebab utama jamur pada nat dinding.

Setelah mandi, biasakan untuk membilas dinding kamar mandi dan mengeringkannya dengan lap atau wiper karet. Cara sederhana ini dapat memperlambat penumpukan kotoran dan menjaga nat dinding tetap kering.

Kapan Harus Mengganti Nat Dinding?

Jika nat dinding sudah retak, rapuh, atau jamur tidak bisa dihilangkan meski sudah dibersihkan, itu tanda nat perlu diganti. Nat dinding yang rusak dapat menyebabkan rembesan air ke balik keramik dan menimbulkan masalah yang lebih serius, seperti dinding lembap dan kerusakan struktur.

Kesimpulan

Merawat nat dinding kamar mandi tidak sulit jika dilakukan secara rutin dan konsisten. Mulai dari pembersihan sederhana, menjaga kelembapan, hingga penggunaan sealant, semua langkah ini membantu menjaga nat dinding tetap bersih, awet, dan bebas jamur. Dengan nat dinding yang terawat, kamar mandi akan terlihat lebih bersih, sehat, dan nyaman digunakan setiap hari.

Butuh rekomendasi nat dinding kamar mandi yang tahan air dan lembap? AICA Indonesia memperkenalkan AICA Filler. Material pengisi nat yang diformulasi khusus untuk dinding terutama dinding kamar mandi. Klik tombol WhatsApp untuk informasi lebih detail seputar AICA Filler. 

BAGIKAN

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA